Miris, 153 Juta Kartu Identitas Warga AS Bocor, Bagaimana di Indonesia?


Sabtu, 05 September 2026
Label:
Advertisement
Penghuni-60 | Miris, 153 Juta Kartu Identitas Warga AS Bocor, Bagaimana di Indonesia?

Sebuah perusahaan verifikasi identitas diduga bertanggung jawab atas kebocoran data yang melibatkan 153 juta kartu identitas yang sempat ditawarkan untuk dijual kepada para penjahat!

Data yang bocor tersebut mencakup surat izin mengemudi, dokumen perjalanan, kartu layanan kesehatan, dan kartu identitas resmi pemerintah lainnya milik korban dari Amerika Utara.

Baca Juga:

Miris, 153 Juta Kartu Identitas Warga AS Bocor, Bagaimana di Indonesia?
Selalu waspada dalam menjaga identitas kita! (Kredit: publish0x)


Ini adalah contoh lain bagaimana perusahaan mengambil dan menyimpan dokumen identitas pribadi yang pada akhirnya diretas dan disalahgunakan untuk aktivitas kriminal.

Kita membutuhkan perlindungan privasi yang lebih baik.

Bagaimana jika kita mulai dengan melarang penyimpanan dokumen identitas pribadi? Memang ada kebutuhan sah untuk memvalidasi identitas seseorang, namun setelah proses itu selesai, dokumen yang diberikan harus segera dihapus. Mari kita kurangi risikonya.

Tersebarnya dokumen-dokumen semacam itu dapat menimbulkan kerugian finansial dan kerusakan reputasi yang signifikan. Dengan secara aktif menghapus data yang tidak lagi diperlukan, kita dapat sangat mengurangi risiko akibat kebocoran data.





Lantas, mengapa hal itu tidak kita lakukan? Karena menghapus data pribadi bertentangan dengan budaya bisnis. Ada nilai ekonomis di dalamnya—sesuatu yang bisa digunakan atau dijual kelak untuk keuntungan finansial. Di sinilah keamanan dan keselamatan publik berbenturan dengan kepentingan perusahaan.

Regulasi adalah satu-satunya solusi ketika insentif ekonomi bertentangan dengan perlindungan konsumen.

Luar biasa langkah Brian Krebs dalam mengungkap kebocoran data ini dan menyoroti pihak yang kemungkinan besar (meski belum terkonfirmasi) menjadi pelakunya, yaitu sebuah perusahaan verifikasi identitas! Saat ini, IDScan.net sedang dalam penyelidikan FBI.

Perhatian bagi warga Indonesia, agar selalu waspada dalam menjaga data privasi. Terlebih lagi untuk Pemerintah kita agar lebih ketat dalam menjaga dan memerangi kejahatan penggunaan identitas ilegal seperti kasus ini.

Terima kasih untuk Matthew Rosenquist, telah menulis opini ini. Ijinkan saya menyebarluaskannya.

*******

Thanks
Penghuni 60
Penghuni 60

Artikel Menarik Lainnya:


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

aviso | рекламный сервис

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sopan. Dilarang meninggalkan jejak link hidup maupun iklan promosi di kolom komentar. Silahkan hubungi Admin jika ingin bekerjasama dalam hal iklan. Terima kasih.